Motif “Sulapa Eppa” pada Aksara Lontara Bisa Menjadi Ornamen Khas Sulsel

KOREKSINEWS.id, BUDAYA – Ragam hias Nusantara banyak tersebar dibeberapa wilayah daerah seluruh Indonesia yang diterapkan dalam karya seni ukir, rumah-rumah adat, perabot rumah tangga, perkakas senjata tajam, kain tenun, kain batik dan lain-lain. Yang menjadi ciri khas budaya dari daerah masing-masing.

Tetapi di Sulawesi Selatan (Sulsel) khususnya di suku Bugis dan Makassar, ragam hias atau ornamen belum begitu dikenal karena tidak mempunyai ciri khas.

Bacaan Lainnya

Hanya bisa kita melihat pada kain tenun di Sengkang dengan motif “Sulapa Eppa” dan ukiran di Toraja yang mempunyai motif ciri khas tersendiri.. Sedangkan ukiran di Bugis dan Makassar masih banyak meniru motif dari Jawa khususnya Jepara. Padahal kita bisa mengembangkan motif “Sulapa Eppa” dari aksara Lontara yang mempunyai filosofi kehidupan manusia bagi suku Bugis dan Makassar menjadi motif ciri khas budaya kita.

Dengan motif “Sulapa Eppa” ini distilasikan atau digayakan menjadi bentuk yang indah menjadi sebuah ornamen atau ragam hias.

Dari Ragam Hias tersebut kita bisa memperkenalkan ciri khas karya seni dan budaya kita dari daerah Bugis dan Makassar, terkhusus di Bone dalam berkarya seni rupa.

Oleh karena itu saya pernah mengusulkan kepada bapak Karta Dekan Fakultas Seni dan Desain di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada tahun 2008, agar aksara Lontara bisa dijadikan motif ornamen khas Bugis Makassar. Maka pada tahun 2014 diperlombakanlah antara mahasiswa jurusan Seni Rupa Fakultas Seni membuat desain dengan motif “Sulapa Eppa” dari aksara lontara. Sehingga perusahaan kain tenun di Sengkang sudah pada mulai mencetak pada kain tenun mereka dengan aksara Lontara secara realistis.

Namun bukan abstrak atau bentuk dekoratif sesuai dengan apa yang saya maksudkan.

Motif “Sulapa Eppa” dari aksara Lontara tersebut tidak hanya dapat diterapkan pada kain tenun dan batik, akan tetapi pada karya seni ukir di peralatan perabot rumah tangga dan gambar dekotatif sebagai hiasan. Karena motif “Sulapa Eppa” mirip dengan motif Swastika dan Meander mendekati bentuk mini malis yang tenar pada arsitek model peralatan dan rumah-rumah modern sekarang ini.

Oleh karena itu kepada teman-teman guru seni budaya yang mengajarkan seni rupa atau kepada teman yang bergerak sebagai seni rupawan, saya mengajak, mari kita mencoba menerapkan dan mengembangkan motif “Sulapa Eppa” ini dalam kreasi karya-karya seni rupa kita. Saya yakin nilai artistiknya lebih indah dan tidak ada duanya di Indonesia.Terimakasih.

Penulis Yuddin,S.Pd. (Dien Seni/Dien Art. Purna Bakti Guru Seni Budaya SMA dan Pekerja Seni yang bukan Seniman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *