GMNI Polman: Jangan Jadikan Masyarakat Desa sebagai Tumbal Kepentingan Politik

POLMAN – Isu perpanjangan masa jabatan kepala desa (Kades) menuai kontra terkhusus dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Polman, Sulbar.

Hal itu dikatakan, Ryan Ardiansyah selaku Ketua Cabang GMNI Polman beranggapan, bahwa penambahan masa jabatan kepala desa yang awalnya 6 tahun menjadi 9 tahun. Hal itu menjadi sebuah kemunduran demokrasi yang akan mengakibatkan dinasti-dinasti baru di tingkat desa,serta akan menghabat regenerasi kepemimpinan di desa.

“Yang di takutkan ketika regenerasi kepemimpinan di desa terhambat, akan membuat masyarakat apatis kepada pemerintahan di desanya dan akan memunculkan bibit-bibit korupsi, seperti yang di ketahui desa, merupakan salah satu tempat sarangnya korupsi. Jadi ketika masa jabatan di perpanjang maka akan membuat bibit-bibit korupsi semakin merajalela,” kata Ryan Ardiansyah, Kamis (19/1/2023)

“Jangan jadikan masyarakat desa sebagai tumbal kepentingan politik, jangan sampai wacana perpanjangan masa jabatan ini bukan lagi berbicara masalah kepentingan rakyat, tetapi berbicara masalah kepentingan politik individu maupun kelompok dengan menjadikan masyarakat desa sebagai tumbal kepentingan politik,” tutupnya.(**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *